Hmmm...bagaimana? Anda masih bersemangat untuk melanjutkan proses pembuatan paper Model? Saya harap demikian.
Setelah membaca artikel sebelumnya, saya yakin Anda berlatih terus menerus untuk menggunting dan merangkai paper model hasil unduhan. Saya ucapkan selamat!
Anda jadi tertarik untuk membuat paper model bikinan Anda sendiri setelah melihat desain-desain yang sudah Anda dapatkan? Bagus, karena pada pembahasan ketiga ini, saya ingin menulis tentang proses pembuatan paper model ciptaan Anda sendiri. Selamat membaca!
Alhamdulillah, kesampaian juga niatku untuk berbagi ilmu tentang mendesain paper model bikinan sendiri. Tentunya setelah berhasil menyelesaikan tugas akhir mata kuliah Pengantar Komputer Grafis (PKG) pada semester 2 ini. Pada tugas tersebut, saya mendapatkan tema magician alias tukang sulap. Bukan 'tukang sulap' yang berada di kantor-kantor penting negeri ini, orang yang suka mengada-adakan yang tidak pernah ada dan meniadakan sesuatu yang sebelumnya ada. :-P
Seperti yang kita ketahui dari artikel-artikel saya sebelumnya, Paper Craft: Paper Model (Mencari Resensi) dan Paper Craft: Papaer Model (Alat dan Bahan) , paper model bisa kita buat menggunakan prinsip jaring-jaring bangun ruang yang ada. Kita bisa membuat paper model yang terbuat dari satu bentuk bangun ruang, atau kita bisa memadu-padankan beberapa bentuk. Tak selamanya kita harus memakai bentuk yang memiliki volume untuk model kita. Kita bisa saja membuat bagian-bagian tertentu hanya tampak depan dan belakang (flat), seperti bagian kuping.
Baiklah tanpa berbasa-basi lagi, keburu basi, mari kita bahas tentang pembuatan paper model rancangan sendiri.
Inilah beberapa caranya:
1. Kembangkan tema.
Buat terlebih dahulu sketsa rancangan di kertas A4. Buat posisi karakter, kostum karakter, dan juga suasana yang ingin ditampilkan. Biar lebih mudahnya, saya ambil contoh dari tugas saya. Seperti yang saya bilang sebelumnya, pesulap adalah tema yang saya dapat. Dari tema tersebut, saya ingin menampilkan suasana pesulap yang sedang beraksi di sebuah pertunjukan sulap. Kostum yang dikenakan pesulap pun berwarna hitam dan menggunakan topi khas pesulap. Karena pesulap berada di sebuah pertunjukan, maka saya membuat panggung.
2. Buat Jaring-jaring (template)
Setelah mengembangkan tema, kita bisa langsung membuat template dummy dari model yang kita inginkan pada selembar karton manila atau karton duplek biar lebih gampang saat membentuknya. Tapi, jangan dulu menggambarkan detailnya di atas template. Buatlah bagian demi bagian secara terpisah dan terukur dengan benar. Jangan lupa, beri bagian lebih untuk diberi lem nantinya (bagian lidah). Pada umumnya, paper model terdiri dari bagian kepala, badan, tangan, dan kaki. Untuk contohnya, saya membuat badan dan kepala jadi satu dengan bentuk persegi panjang berukuran 6x3,5x9 cm dan untuk bagian lidahnya 1 cm. Kita pun bisa menambah beberapa aksesoris pendukung, seperti topi pesulap.
4. Rangkai Bagian per Bagian
Setelah selesai menggambar jaring-jaringnya, gunting setiap bagian dengan hati-hati dan teliti. Kemudian, lipat pada bagian yang sudah Anda tentukan tadi, dan lem menggunakan lem kertas pada sudut-sudut bagian lidahnya (jangan semua bagian). Hal ini dikarenakan, dummy ini hanya protype dari rancangan kita. Setelah jadi, lihat bentuk dummy secara keseluruhan, apa ada bagian yang terlihat kurang pas (kurang proporsi) untuk dirubah ukuran nantinya.
5. Gambar Detailnya
Dummy sudah terbentuk dengan benar, barulah kita bisa menambahkan detail di setiap bagiannya menggunakan pensil 2B. Pada bagian muka, kita bisa menggambar mata, alis, mulut, dan hidung. Bagian badannya, kita bisa menggambarkan kostum, kancing-kancing, saku, dan efek-efek kerutan agar terlihat hidup. Bagian tangan, kita bisa menggambar bagian lengan kostum, dan jemari tangan si karakter. Untuk bagian kaki, kita bisa menggambarkan celana, alas kaki, dan detail-detail lainnya. Saya sarankan tak perlu untuk mewarnainya.
6. Buat Versi Digitalnya
Bukalah kembali dummy yang kini sudah memiliki detailnya hingga kembali berbentuk jaring-jaring. Setelah itu, scan jaring-jaring tersebut untuk mendapatkan versi digitalnya. Buka program pengolah vektor yang ada di komputer Anda. Saya menggunakan Adobe Illustrator CS 5. Buka gambar jaring-jaring hasil scan tadi, kemudian kita bisa men-trace-nya satu persatu. Untuk yang belum mengetahui cara men-trace menggunakan Adobe Illustrator, Anda bisa membaca di artikel saya . . . Jika detail yang Anda buat dirasa kurang, bikinlah detail menggunakan brush ataupun pen tool. Beri warna sesuai dengan selera Anda. Anda dapat mengunduh hasil tracing-an jaring-jaring karakter pesulap saya.
Catatan: Tak perlu memberikan detail-detail kecil, karena nantinya ukuran model tak lebih dari 17 cm. Buang waktu yang bisa Anda gunakan untuk membuat desain lainnya. Anda simpan dengan format PDF guna menghasilkan gambar hasil cetak yang baik.
7. Finishing
Untuk finishing-nya, kita bisa mencetak di art carton atau art paper minimal 230. Potong bagian per bagian, gunakan cutter untuk bagian yang punya bentuk lurus yang panjang, dan potong menggunakan gunting untuk bagian yang lengkung dan kompleks lainnya. Bentuk dan tempel dengan hati-hati. Untuk kali ini, gunakan lem cepat kering atau jika ingin lebih baik lagi hasilnya, gunakan spraymount. Terakhir, satukan bagian demi bagian di posisi yang tepat dan benar. Tambahkan beberapa aksesoris pendukung yang sesuai dengan si karakter. Anda bisa membuat dudukan model Anda dengan menggunakan karton 3 mili (karton board).
Selesai juga akhirnya pembahasan Papercraft: Paper Model. Maaf jika terlalu jauh jarak penerbitan artikel ini dengan artikel sebelumnya. Semoga ilmu yang saya sampaikan bisa bermanfaat bagi Anda. Gali terus kreatifitas Anda dalam berkreasi membuat model yang lebih dinamis lagi. Saya juga menantikan masukan dan kritikan dari Anda sekalian. Terimakasih atas perhatiannya. Sampai berjumpa di kesempatan lainnya.
Tampilkan postingan dengan label ilmu desain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu desain. Tampilkan semua postingan
Rabu, 25 Mei 2011
Sabtu, 19 Februari 2011
Cara Membuat Stop Motion LENGKAP!
Oke. Kali ini saya ingin berbagi ilmu dan pengalaman yang saya dapat seputar stop motion movie atau kerap dipanggil stop motion. Tapi, sebelum membahas mengenai bagaimana proses pembuatannya, ada baiknya jika Anda mengetahui terlebih dahulu sejarah stop motion.
Sesuai dengan sejarahnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa stop motion adalah suatu teknik animasi untuk membuat objek yang dimanipulasi secara fisik agar terlihat bergerak sendiri. Setiap pergerakan dari objek tersebut difoto (frame individual), sehingga menciptakan ilusi gerakan ketika serangkaian frame dimainkan berurutan secara berkesinambungan. Stop motion dibuat dengan potongan-potongan gambar yang saling berhubungan satu sama lainnya. Secara kasat mata, proses pembuatan stop motion mirip dengan pembuatan animasi frame by frame. Namun yang membedakannya adalah stop motion memiliki kecepatan waktu (durasi main) di bawah 0,25 detik per framenya, sedangkan kecepatan waktu animasi frame by frame di atas 0,25 detik. Maka bila ada suatu gambar yang kecepatan pergantian framenya di atas 0,25 detik, maka bisa terbilang animasi frame by frame.
Baiklah, kalau begitu, mari kita menuju bagaimana proses pembuatan stop motion yang sederhana tetapi mengandung cerita yang kuat -saya mengelompokkannya menjadi beberapa tahap, agar stop motion yang dibuat lebih terlihat terencana dengan baik-.
Tahap 1: Rancangan Awal
1. Buat di selembar kertas mengenai konsep dari proyek stop motion yang ingin Anda kerjakan.
2. Tulis disana tema atau pesan apa yang ingin disampaikan melalui stop motion tersebut.
3. Kedua, tulis nama-nama tokoh (kalau dibutuhkan).
4. Ketiga, tentukan bahan apa yang ingin Anda gunakan sebagai modelnya (bisa papercraft, Lego, action vigure, atau bahan-bahan sederhana lainnya)
5. Keempat, tulis daftar semua lagu pengiring dan/atau efek suara (sound effect) yang sesuai dengan stop motion yang dibuat.
6. Kelima, tulis garis besar dari cerita tiap-tiap adegan (scene).
Tahap 2: Mendesain
1. Kembangkan garis besar dari tiap-tiap scene agar lebih menarik lagi. Sesuaikan dengan sifat bahan yang digunakan untuk model.
2. Desain layout tampilan area yang ingin ditampilkan. Jangan lupa lampu untuk permainan cahayan agar lebih hidup stop motion-nya.
3. Desain tampilan model/tokoh yang ingin dimainkan. Bisa modelnya terbuat dari kertas, membuat desainnya secara manual dengan menggunakan kertas millimeter block (agar tidak terjadi perbedaan ukuran), atau menggunakan digital imaging. Bisa juga Anda membuat sketsa desain modelnya terlebih dahulu, lalu men-scan-nya dan menyempurnakannya menggunakan aplikasi pengolah pixel (seperti Photoshop) atau vector (seperti Illustrator).
Tahap 3: Persiapan dan Pelaksanaan
1. Siapkan semua set area 'beraksinya' model sesuai dengan alur cerita yang telah dibuat.
2. Persiapkan pula model di posisi awal sesuai dengan cerita yang ada.
3. Siapkan kamera. Anda bisa memakai kamera apa saja, kamera digital saku pun tak apa. Akan tetapi, untuk hasil yang lebih bagus, disarankan menggunakan kamera DSLR atau kamera digital yang mempunyai fitur HDR video. Tempatkan kamera dengan angle yang pas (usahakan jangan keseringan mengambil gambar dengan teknik zoom). Semakin Banyak gambar yang diambil, maka semakin 'mulus' video yang dihasilkan nantinya.
4. Dianjurkan menggunakan tripod agar hasil gambar tidak goyang atau berubah angle. Fungsi dari tripod ini untuk menyangga agar kamera tetap dalam posisi bidik yang tetap. Intinya, kamera harus tetap dalam posisi bidiknya.
5. Atur sumber pencahayaan yang baik. Bisa menggunakan lampu atau senter. Jika lampu Anda berkedip-kedip, Anda perlu mematikan sumber-sumber cahaya disekitar 'area beraksi'.
6. Ambil foto pertama sebagai uji coba apakah sudah benar segala sesuatunya. Jika belum, atur kembali yang dirasa perlu diperbaiki.
7. Jika foto pertama dirasa pas, lanjutkan dengan pergerakan selanjutnya. Yang perlu diingat, jangan menggerakkan model terlalu cepat (jarak geraknya terlalu jauh). Gerakan perlahan-lahan. Anda bisa memasukkan beberapa gerakan anggota dari model, atau mengubah tata letak set.
8. Lakukan hal yang sama, sampai lengkap sudah ceritanya.
Tahap 4: Finishing
Dalam tahap finishing (akhir) ini, Anda tinggal menggabungkan hasil jepretan yang sudah Anda punya menggunakan software yang ada di komputer Anda. Windows Movies Maker yang sudah bawaan dari windows bisa kita gunakan juga untuk mengubahnya menjadi film. Sedangkan untuk aplikasi dengan hasil yang lebih bagus (dengan kesulitan yang lebih tinggi tentunya) ada Adobe After Effect, Adobe Premiere, Virtual Dub, dan Stop Motion Station.
Tips-tips di atas merupakan tips-tips yang Saya ketahui untuk membuat sebuah stop motion yang terarah. Mungkin Anda punya cara-cara sendiri yang lebih simpel dan efisien. Maka, saya menanti kritik dan saran dari Anda untuk perbaikan tahapan-tahapan yang saya tahu ini. Semoga STOP MOTION BUATAN ANAK INDONESIA bisa MENEMBUS PERFILMAN INTERNASIONAL. Amin.
Sesuai dengan sejarahnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa stop motion adalah suatu teknik animasi untuk membuat objek yang dimanipulasi secara fisik agar terlihat bergerak sendiri. Setiap pergerakan dari objek tersebut difoto (frame individual), sehingga menciptakan ilusi gerakan ketika serangkaian frame dimainkan berurutan secara berkesinambungan. Stop motion dibuat dengan potongan-potongan gambar yang saling berhubungan satu sama lainnya. Secara kasat mata, proses pembuatan stop motion mirip dengan pembuatan animasi frame by frame. Namun yang membedakannya adalah stop motion memiliki kecepatan waktu (durasi main) di bawah 0,25 detik per framenya, sedangkan kecepatan waktu animasi frame by frame di atas 0,25 detik. Maka bila ada suatu gambar yang kecepatan pergantian framenya di atas 0,25 detik, maka bisa terbilang animasi frame by frame.
Keunikan, atau bisa dibilang nilai seni, dari stop motion terletak pada pergerakan objek yang 'abnormal'. Sebagai contoh, pada saat kita makan. Dalam realitanya, kita makan menggunakan alat makan (seperti sendok, garpu, dan sumpit) sebelum memasukkannya ke dalam mulut untuk dikunyah sebelum ditelan. Tapi, dalam stop motion, kita bisa saja menggambarkan kalau kita makan dengan menggunakan sedotan, atau kita makan menggunakan hidung kita. Nah, tantangan yang sebenarnya adalah bagaimana kita mencari ide untuk gerakan objek yang terkesan 'abnormal' itu.
Baiklah, kalau begitu, mari kita menuju bagaimana proses pembuatan stop motion yang sederhana tetapi mengandung cerita yang kuat -saya mengelompokkannya menjadi beberapa tahap, agar stop motion yang dibuat lebih terlihat terencana dengan baik-.
Tahap 1: Rancangan Awal
1. Buat di selembar kertas mengenai konsep dari proyek stop motion yang ingin Anda kerjakan.
2. Tulis disana tema atau pesan apa yang ingin disampaikan melalui stop motion tersebut.
3. Kedua, tulis nama-nama tokoh (kalau dibutuhkan).
4. Ketiga, tentukan bahan apa yang ingin Anda gunakan sebagai modelnya (bisa papercraft, Lego, action vigure, atau bahan-bahan sederhana lainnya)
5. Keempat, tulis daftar semua lagu pengiring dan/atau efek suara (sound effect) yang sesuai dengan stop motion yang dibuat.
6. Kelima, tulis garis besar dari cerita tiap-tiap adegan (scene).
Tahap 2: Mendesain
1. Kembangkan garis besar dari tiap-tiap scene agar lebih menarik lagi. Sesuaikan dengan sifat bahan yang digunakan untuk model.
2. Desain layout tampilan area yang ingin ditampilkan. Jangan lupa lampu untuk permainan cahayan agar lebih hidup stop motion-nya.
3. Desain tampilan model/tokoh yang ingin dimainkan. Bisa modelnya terbuat dari kertas, membuat desainnya secara manual dengan menggunakan kertas millimeter block (agar tidak terjadi perbedaan ukuran), atau menggunakan digital imaging. Bisa juga Anda membuat sketsa desain modelnya terlebih dahulu, lalu men-scan-nya dan menyempurnakannya menggunakan aplikasi pengolah pixel (seperti Photoshop) atau vector (seperti Illustrator).
Tahap 3: Persiapan dan Pelaksanaan
1. Siapkan semua set area 'beraksinya' model sesuai dengan alur cerita yang telah dibuat.
2. Persiapkan pula model di posisi awal sesuai dengan cerita yang ada.
3. Siapkan kamera. Anda bisa memakai kamera apa saja, kamera digital saku pun tak apa. Akan tetapi, untuk hasil yang lebih bagus, disarankan menggunakan kamera DSLR atau kamera digital yang mempunyai fitur HDR video. Tempatkan kamera dengan angle yang pas (usahakan jangan keseringan mengambil gambar dengan teknik zoom). Semakin Banyak gambar yang diambil, maka semakin 'mulus' video yang dihasilkan nantinya.
4. Dianjurkan menggunakan tripod agar hasil gambar tidak goyang atau berubah angle. Fungsi dari tripod ini untuk menyangga agar kamera tetap dalam posisi bidik yang tetap. Intinya, kamera harus tetap dalam posisi bidiknya.
5. Atur sumber pencahayaan yang baik. Bisa menggunakan lampu atau senter. Jika lampu Anda berkedip-kedip, Anda perlu mematikan sumber-sumber cahaya disekitar 'area beraksi'.
6. Ambil foto pertama sebagai uji coba apakah sudah benar segala sesuatunya. Jika belum, atur kembali yang dirasa perlu diperbaiki.
7. Jika foto pertama dirasa pas, lanjutkan dengan pergerakan selanjutnya. Yang perlu diingat, jangan menggerakkan model terlalu cepat (jarak geraknya terlalu jauh). Gerakan perlahan-lahan. Anda bisa memasukkan beberapa gerakan anggota dari model, atau mengubah tata letak set.
8. Lakukan hal yang sama, sampai lengkap sudah ceritanya.
Tahap 4: Finishing
Dalam tahap finishing (akhir) ini, Anda tinggal menggabungkan hasil jepretan yang sudah Anda punya menggunakan software yang ada di komputer Anda. Windows Movies Maker yang sudah bawaan dari windows bisa kita gunakan juga untuk mengubahnya menjadi film. Sedangkan untuk aplikasi dengan hasil yang lebih bagus (dengan kesulitan yang lebih tinggi tentunya) ada Adobe After Effect, Adobe Premiere, Virtual Dub, dan Stop Motion Station.
Tips-tips di atas merupakan tips-tips yang Saya ketahui untuk membuat sebuah stop motion yang terarah. Mungkin Anda punya cara-cara sendiri yang lebih simpel dan efisien. Maka, saya menanti kritik dan saran dari Anda untuk perbaikan tahapan-tahapan yang saya tahu ini. Semoga STOP MOTION BUATAN ANAK INDONESIA bisa MENEMBUS PERFILMAN INTERNASIONAL. Amin.
Selasa, 01 Februari 2011
Paper Craft: Paper Model (Alat dan Bahan)
<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE Postingan ini meneruskan postingan sebelumnya yaitu Paper Craft: Paper Model (Mencari Resensi).
Bagaimana, Anda sudah mendownload beberapa model kertas. Apa yang Anda telah buat? Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE Mainan? Action figure? Mobil keren? Robot? Pesawat? Atau bangunan?
Apapun model yang telah Anda unduh, saya yakin, itulah model yang ingin Anda buat, yang benar-benar Anda suka. Tetapi Anda kesusahan untuk merangkainya? Hal itu memang membutuhkan panduan. Anda tidak bisa hanya' memotong dan menyisipkan file model kertas yang Anda miliki. Yakinlah bahwa ini tidak akan sesulit yang dibayangkan.
Jika mereka bisa melakukannya, Anda juga pasti bisa juga!
Tapi untuk membaca beberapa tutorial, menemukan beberapa program, mencoba beberapa hal; pasti membuat beberapa kesalahan, dan membuang beberapa lembar kertas. Tapi Saya tidak ingin Anda melakukannya.
Frustasi, membuang waktu sia-sia, dan kertas yang terbuang karena kesalahan pemotongan. Belum lagi jari terluka hanya untuk belajar bagaimana merangkainya. Jadi saya menyarankan Anda mencetak contohnya terlebih dahulu di kertas HVS, karton manila, kertas karton duplek pun lebih baik. Jika Anda sudah terbiasa lipat-melipat dan merangkai model yang ada, Anda bisa mencetaknya di art paper maupun art carton minimal 230.
Ini bukan residen, dan jika Anda memiliki tips, tolong beritahu saya. Dan jika Anda tahu sesuatu yang saya tidak, mohon beritahu Saya. Saya akan posting di sini dan mudah-mudahan kita bisa membuat proses ini begitu sederhana. Siapa pun bisa melakukannya. Jadi mari, kita mulai!!
Sebelum memulai, alangkah baiknya kita memersiapkan segala sesuatu yang diperlukan.
Dengan hanya bermodalkan sebuah gunting dan lem, kita sudah bisa membuat sebuah pepakura. Meskipun begitu, untuk mempermudah kerja dan menghasilkan pepakura yang bagus, beberapa alat tambahan berikut bisa dipakai:
Saya sarankan Anda untuk memulainya dengan bentuk yang sederhana sebelum merangkai bentuk yang lebih kompleks. Hal ini berguna untuk melatih dan mengkondisikan tangan untuk melipat dan merangkai model. Dan untuk permulaan, jangan lupa, cetaklah terlebih dahulu pada kertas karton manila maupun karton duplek. Karena bisa mengurangi pemborosan biaya cetak akibat kesalahan menggunting. Terimakasih.
Mari kita lanjutkan ke pembahasan berikutnya, Paper Craft: Paper Model (Make Your Own Craft!)
Bagaimana, Anda sudah mendownload beberapa model kertas. Apa yang Anda telah buat?
Apapun model yang telah Anda unduh, saya yakin, itulah model yang ingin Anda buat, yang benar-benar Anda suka. Tetapi Anda kesusahan untuk merangkainya? Hal itu memang membutuhkan panduan. Anda tidak bisa hanya' memotong dan menyisipkan file model kertas yang Anda miliki. Yakinlah bahwa ini tidak akan sesulit yang dibayangkan.
Jika mereka bisa melakukannya, Anda juga pasti bisa juga!
Tapi untuk membaca beberapa tutorial, menemukan beberapa program, mencoba beberapa hal; pasti membuat beberapa kesalahan, dan membuang beberapa lembar kertas. Tapi Saya tidak ingin Anda melakukannya.
Frustasi, membuang waktu sia-sia, dan kertas yang terbuang karena kesalahan pemotongan. Belum lagi jari terluka hanya untuk belajar bagaimana merangkainya. Jadi saya menyarankan Anda mencetak contohnya terlebih dahulu di kertas HVS, karton manila, kertas karton duplek pun lebih baik. Jika Anda sudah terbiasa lipat-melipat dan merangkai model yang ada, Anda bisa mencetaknya di art paper maupun art carton minimal 230.
Ini bukan residen, dan jika Anda memiliki tips, tolong beritahu saya. Dan jika Anda tahu sesuatu yang saya tidak, mohon beritahu Saya. Saya akan posting di sini dan mudah-mudahan kita bisa membuat proses ini begitu sederhana. Siapa pun bisa melakukannya. Jadi mari, kita mulai!!
Sebelum memulai, alangkah baiknya kita memersiapkan segala sesuatu yang diperlukan.
Dengan hanya bermodalkan sebuah gunting dan lem, kita sudah bisa membuat sebuah pepakura. Meskipun begitu, untuk mempermudah kerja dan menghasilkan pepakura yang bagus, beberapa alat tambahan berikut bisa dipakai:
- Cutter Sebagian orang memilih memakai cutter sebagai alat pemotong karena hasilnya lebih rapi (dengan catatan kalau bisa makenya), yang jelas cutter lebih efektif daripada gunting untuk memotong part yang lurus dan panjang. Pakailah cutter yang berkualitas baik. Cirinya yaitu ujua
- Penggaris Jika kalian perlu membuat lipatan yang cukup keras, gunakanlah alat ini. Penggaris besi sangat direkomendasikan namun penggaris dari bahan keras lainnya juga cukup bagus, kalian juga bisa memakai sudut meja atau benda yang keras dan bersiku lainnya sebagai alternatif.
- Pinset. Pinset sangat membantu jika Anda harus menempelkan bagian-bagian yang kecil atau di saat Anda harus bekerja dengan sudut-sudut dan bagian yang sulit dijangkau. Pinset juga bisa dipakai untuk menjepit bagian yang baru dilem dan menahannya sampai kering dan tertempel dengan benar.
- Tusuk gigi. Hampir sama dengan pinset, Anda bisa menggunakan alat ini untuk memoleskan lem di bagian-bagian yang sulit dijangkau. Anda juga bisa meruncingkan batang korek api atau lidi sebagai alternatif pengganti tusuk gigi. Pensil atau benda berbentuk silinder lainnya. Gunakan alat ini saat harus mengerjakan bagian yang harus dilipat secara melengkung atau menggulung sesuatu.
- Sarung tangan. Kita bisa memakai sarung tangan saat membuat pepakura untuk menghindari supaya keringat dari telapak tangan tidak mengenai pola dan melunturkan warna di kertas.
- Kipas angin atau hairdryer Sangat membantu jika kalian ingin mengeringkan lem pada kertas dengan cepat.
Saya sarankan Anda untuk memulainya dengan bentuk yang sederhana sebelum merangkai bentuk yang lebih kompleks. Hal ini berguna untuk melatih dan mengkondisikan tangan untuk melipat dan merangkai model. Dan untuk permulaan, jangan lupa, cetaklah terlebih dahulu pada kertas karton manila maupun karton duplek. Karena bisa mengurangi pemborosan biaya cetak akibat kesalahan menggunting. Terimakasih.
Mari kita lanjutkan ke pembahasan berikutnya, Paper Craft: Paper Model (Make Your Own Craft!)
Paper Craft: Paper Model (Mencari Resensi)
<!--[if gte mso 9]>Untuk melaksanakan keinginan Anda tersebut, sudah tentu memerlukan dana yang tidak sedikit jumlahnya. Tidak masalah bagi Anda yang punya uang lebih. Tetapi bagaimana dengan Anda yang punya keinginan untuk mengoleksinya, namun apa daya uang tak berlebih. Seperti saya ini.
Saya punya solusi bagi Anda. Mengapa Anda tidak mencoba membuat model action figure yang Anda inginkan dengan bahan yang murah dan mudah di dapat, kertas? Model kertas ini biasa disebut paper model. Maka izinkanlah saya membagi ilmu yang saya punya ini kepada Anda.
Paper Model (model dari kertas) merupakan salah bentuk dari kerajinan dari kertas (paper craft) yang memiliki nilai seni yang cukup tinggi. Paper model pada umumnya berbentuk objek-objek yang dapat kita jumpai di kehidupan nyata, seperti bangunan, kendaraan, dan aksesoris bahkan orang (manusia). Namun ada juga paper model yang terinspirasi dari cerita-cerita fiksi maupun kisah nyata yang difilmkan.
Saya sangat tertarik dengan perkembangan paper model yang semakin kesini, semakin mendekati wujud aslinya. Dulu orang membuat paper model dari salah satu bentuk yang paling sederhana, yaitu kubus dan balok dan masih menggunakan warna-warna sederhana (statis). Tapi kini, bisa kita jumpai bentuk-bentuk yang lebih detail dan kompleks lagi dari sebuah objek yang ingin digambarkan lewat paper model, baik itu akibat dari bentuk konstruksinya maupun sekedar efek dari warna-warna yang lebih dinamis.

Saya pun gooling kesana-sini dengan keyword yang berbeda. Selain googling, saya cari inspirasi dari sebuah majalah yang membahas desain karakter. Saya menemukan banyak sekali contoh model paper model dari beberapa desainer yang terkenal. Setiap desainer memiliki ciri khas masing-masing. Tapi sayangnya, tidak ada temaut sudah cukup dinamis dan tidak monoton itu yang bisa saya lihat.


Saya semakin penasaran setelah membeli beberapa edisi majalah tersebut di salah satu cabang Depok dari toko buku ternama. Maka dari itu, saya pun akhirnya googling gambar dengan kata kunci keyword) "PAPER CRAFT". Dan breeeeeeeeeeeeettttt! Gambar-gambar paper craft memenuhi area browser saya. Mulai dari yang sudah jadi, sampai yang masih berupa template (bentuk dasar atau konstruksi) bisa saya lihat. Kebanyakan dari gambar-gambar yang saya temukan masih berkonstruksi jaring-jaring balok.
Saya mengunduh beberapa yang saya anggap keren untuk saya pelajari secara mendalam lagi.
Saya pun juga mencari gambar dengan kata kunci: "PAPER MODEL". Dan lagi-lagi... gambar-gambar paper model pun memenuhi layar browser saya.
Tak puas dengan hanya googling image, googling pun saya lakukan untuk mencari referensi di web terkenal. Seperti Deviantart, Paper-Replika,dan Canon Creative Park. Ketiga
web ini sangat berguna bagi saya untuk memelajari tentang bentuk paper model, baik hanya sebatas sumber inspirasi maupun contoh desain layoutnya.
Baiklah, sebelum lanjut ke pembahasan berikutnya, silahkan Anda mengunduh beberapa gambar yang Anda anggap cukup menarik.
Baiklah kalau begitu, tanpa buang-buang waktu lagi, mari kita beranjak ke tahap berikutnya. Tahap 2: Desain
Rabu, 19 Januari 2011
History of Stop Motion (Sejarah Stop Motion)
Stop motion adalah suatu teknik animasi untuk membuat objek yang dimanipulasi secara fisik agar terlihat bergerak sendiri. Setiap pergerakan dari objek tersebut difoto (frame individual), sehingga menciptakan ilusi gerakan ketika serangkaian frame dimainkan berurutan secara berkesinambungan. Tokoh/objek dari tanah liat sering digunakan dalam stop motion untuk kemudahan mereka mereposisi. Gerakan animasi menggunakan tanah liat disebut clay animation or clay-mation.
Sejarah Stop Motion
Animasi stop motion memiliki sejarah panjang dalam perfilman. Hal ini sering digunakan untuk menunjukkan benda bergerak seolah-olah dengan sihir. Contoh pertama dari teknik stop motion diciptakan oleh Albert E. Smith dan J. Stuart Blackton Humpty Dumpty dalam film The Circus (1898), di mana mainan dari akrobat sirkus dan binatang menjadi hidup. Pada tahun 1902, pada film Fun, di toko roti digunakan tanah liat untuk gerakan lightning sculptingnya. Trik maestro film Perancis Georges Méliès digunakan untuk menghasilkan judul bergerak seperti kartu untuk salah satu film pendeknya, tapi tidak pernah dimanfaatkannya lagi dalam proses film yang lain. Hotel Haunted (1907) merupakan film stop motion oleh J. Stuart Blackton, dan merupakan sukses besar ketika dirilis. Kemudian Segundo de Chomón (1871-1929), dari Spanyol, merilis El Hotel Eléctrico pada tahun yang sama, dan menggunakan teknik serupa sebagai filmnya. Pada tahun 1908, A Pematung's Welsh Rarebit Nightmare dirilis, seperti The Sculptor's The Nightmare, film arahan Billy Bitzer. Animator Italia Roméo Bossetti berhasil membuat para penonton terkesan dengan tur animasinya Tour-de-Force, The Otomatic Moving Company pada tahun 1912. Pelopor stop motion besar Eropa Władysław Starewicz (1892-1965), dengan beberapa animasinya yang berjudul The Beautiful Lukanida (1910), The Battle of the Stag Beetles (1910), dan The Ant and the Grasshopper (1911).
Salah satu film animasi tanah liat awal Modelling Extraordinary, yang mennghipnotis penonton pada tahun 1912. Pada Desember 1916 untuk pertama kalinya membawa Willie Hopkins'54 episode "Miracles in Mud" ke layar lebar. Juga pada bulan Desember 1916, animator wanita pertama, Helena Smith Dayton, mulai bereksperimen dengan stop motion tanah liat. Yang merilis film pertamanya pada tahun 1917. Film merupakan adaptasi dari Romeo & Juliet karya William Shakespeare.
Pada pergantian abad ini, ada animator lain dikenal dikenal sebagai Willis O 'Brien (dikenal oleh orang lain sebagai O'bie). Karyanya The Lost World tahun 1925 dipublikasikan tetapi kurang diketahui semua masyarakat, sedangkan karyanya yang paling fenomenal adalah King Kong, sebuah tonggak sejarah film-filmnya yang dimungkinkan berkat teknik stop motion.
Pada tahun 1960-an dan 1970-an, stop motion animator independen Eliot Noyes memperhalus teknik stop motion menggunakan free-form pada model tanah liatnya pada Clay atau Origin of Species yang masuk nominasi Oscar dan He Man and She Ra (1972). Noyes juga menggunakan stop motion untuk menghidupkan pasir yang berada di atas kaca untuk film musikalisasi animasinya Sandman (1975).
Setelah film-film sukses Noyes tersebut, banyak bermunculan judul-judul film yang menggunakan teknik free-form-nya, seperti The Sand Castle ( Hoedeman -1977), Mindscape (1976), Quaq Quao (Francesco Misseri - 1978) yang menggunakan model dari origami, dan Mouse Mania, The Black Hole, serta The Wizard of Speed and Time ( Mike Jittlov).
Dan perkembangan stop motion di dunia semakin kesini, semakin canggih dan variatif bahan yang digunakan untuk modelnya. Jadi, mulailah bereksplorasi dengan bahan-bahan yang berada di sekitar Anda. Siapa tahu bahan tersebut bisa menjadi bahan yang revolusioner.
Sejarah Stop Motion
Animasi stop motion memiliki sejarah panjang dalam perfilman. Hal ini sering digunakan untuk menunjukkan benda bergerak seolah-olah dengan sihir. Contoh pertama dari teknik stop motion diciptakan oleh Albert E. Smith dan J. Stuart Blackton Humpty Dumpty dalam film The Circus (1898), di mana mainan dari akrobat sirkus dan binatang menjadi hidup. Pada tahun 1902, pada film Fun, di toko roti digunakan tanah liat untuk gerakan lightning sculptingnya. Trik maestro film Perancis Georges Méliès digunakan untuk menghasilkan judul bergerak seperti kartu untuk salah satu film pendeknya, tapi tidak pernah dimanfaatkannya lagi dalam proses film yang lain. Hotel Haunted (1907) merupakan film stop motion oleh J. Stuart Blackton, dan merupakan sukses besar ketika dirilis. Kemudian Segundo de Chomón (1871-1929), dari Spanyol, merilis El Hotel Eléctrico pada tahun yang sama, dan menggunakan teknik serupa sebagai filmnya. Pada tahun 1908, A Pematung's Welsh Rarebit Nightmare dirilis, seperti The Sculptor's The Nightmare, film arahan Billy Bitzer. Animator Italia Roméo Bossetti berhasil membuat para penonton terkesan dengan tur animasinya Tour-de-Force, The Otomatic Moving Company pada tahun 1912. Pelopor stop motion besar Eropa Władysław Starewicz (1892-1965), dengan beberapa animasinya yang berjudul The Beautiful Lukanida (1910), The Battle of the Stag Beetles (1910), dan The Ant and the Grasshopper (1911).
Salah satu film animasi tanah liat awal Modelling Extraordinary, yang mennghipnotis penonton pada tahun 1912. Pada Desember 1916 untuk pertama kalinya membawa Willie Hopkins'54 episode "Miracles in Mud" ke layar lebar. Juga pada bulan Desember 1916, animator wanita pertama, Helena Smith Dayton, mulai bereksperimen dengan stop motion tanah liat. Yang merilis film pertamanya pada tahun 1917. Film merupakan adaptasi dari Romeo & Juliet karya William Shakespeare.
Pada pergantian abad ini, ada animator lain dikenal dikenal sebagai Willis O 'Brien (dikenal oleh orang lain sebagai O'bie). Karyanya The Lost World tahun 1925 dipublikasikan tetapi kurang diketahui semua masyarakat, sedangkan karyanya yang paling fenomenal adalah King Kong, sebuah tonggak sejarah film-filmnya yang dimungkinkan berkat teknik stop motion.
Pada tahun 1960-an dan 1970-an, stop motion animator independen Eliot Noyes memperhalus teknik stop motion menggunakan free-form pada model tanah liatnya pada Clay atau Origin of Species yang masuk nominasi Oscar dan He Man and She Ra (1972). Noyes juga menggunakan stop motion untuk menghidupkan pasir yang berada di atas kaca untuk film musikalisasi animasinya Sandman (1975).
Setelah film-film sukses Noyes tersebut, banyak bermunculan judul-judul film yang menggunakan teknik free-form-nya, seperti The Sand Castle ( Hoedeman -1977), Mindscape (1976), Quaq Quao (Francesco Misseri - 1978) yang menggunakan model dari origami, dan Mouse Mania, The Black Hole, serta The Wizard of Speed and Time ( Mike Jittlov).
Dan perkembangan stop motion di dunia semakin kesini, semakin canggih dan variatif bahan yang digunakan untuk modelnya. Jadi, mulailah bereksplorasi dengan bahan-bahan yang berada di sekitar Anda. Siapa tahu bahan tersebut bisa menjadi bahan yang revolusioner.
Langganan:
Postingan (Atom)