Selasa, 01 Februari 2011

Paper Craft: Paper Model (Alat dan Bahan)

<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE Postingan ini meneruskan postingan sebelumnya yaitu Paper Craft: Paper Model (Mencari Resensi).

Bagaimana, Anda sudah mendownload beberapa model kertas. Apa yang Anda telah buat? Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE Mainan? Action figure? Mobil keren? Robot? Pesawat? Atau bangunan?

Apapun model yang telah Anda unduh, saya yakin, itulah model yang ingin Anda buat, yang benar-benar Anda suka. Tetapi Anda kesusahan untuk merangkainya? Hal itu memang membutuhkan panduan. Anda tidak bisa hanya' memotong dan menyisipkan file model kertas yang Anda miliki. Yakinlah bahwa ini tidak akan sesulit yang dibayangkan.


Jika mereka bisa melakukannya, Anda juga pasti bisa juga!

Tapi untuk membaca beberapa tutorial, menemukan beberapa program, mencoba beberapa hal; pasti membuat beberapa kesalahan, dan membuang beberapa lembar kertas. Tapi Saya tidak ingin Anda melakukannya.

Frustasi, membuang waktu sia-sia, dan kertas yang terbuang karena kesalahan pemotongan. Belum lagi jari terluka hanya untuk belajar bagaimana merangkainya. Jadi saya menyarankan Anda mencetak contohnya terlebih dahulu di kertas HVS, karton manila, kertas karton duplek pun lebih baik. Jika Anda sudah terbiasa lipat-melipat dan merangkai model yang ada, Anda bisa mencetaknya di art paper maupun art carton minimal 230.

Ini bukan residen, dan jika Anda memiliki tips, tolong beritahu saya. Dan jika Anda tahu sesuatu yang saya tidak, mohon beritahu Saya. Saya akan posting di sini dan mudah-mudahan kita bisa membuat proses ini begitu sederhana. Siapa pun bisa melakukannya. Jadi mari, kita mulai!!


Sebelum memulai, alangkah baiknya kita memersiapkan segala sesuatu yang diperlukan.
Dengan hanya bermodalkan sebuah gunting dan lem, kita sudah bisa membuat sebuah pepakura. Meskipun begitu, untuk mempermudah kerja dan menghasilkan pepakura yang bagus, beberapa alat tambahan berikut bisa dipakai:

  • Cutter Sebagian orang memilih memakai cutter sebagai alat pemotong karena hasilnya lebih rapi (dengan catatan kalau bisa makenya), yang jelas cutter lebih efektif daripada gunting untuk memotong part yang lurus dan panjang. Pakailah cutter yang berkualitas baik. Cirinya yaitu ujua
  • Penggaris Jika kalian perlu membuat lipatan yang cukup keras, gunakanlah alat ini. Penggaris besi sangat direkomendasikan namun penggaris dari bahan keras lainnya juga cukup bagus, kalian juga bisa memakai sudut meja atau benda yang keras dan bersiku lainnya sebagai alternatif.
  • Pinset. Pinset sangat membantu jika Anda harus menempelkan bagian-bagian yang kecil atau di saat Anda harus bekerja dengan sudut-sudut dan bagian yang sulit dijangkau. Pinset juga bisa dipakai untuk menjepit bagian yang baru dilem dan menahannya sampai kering dan tertempel dengan benar.
  • Tusuk gigi. Hampir sama dengan pinset, Anda bisa menggunakan alat ini untuk memoleskan lem di bagian-bagian yang sulit dijangkau. Anda juga bisa meruncingkan batang korek api atau lidi sebagai alternatif pengganti tusuk gigi. Pensil atau benda berbentuk silinder lainnya. Gunakan alat ini saat harus mengerjakan bagian yang harus dilipat secara melengkung atau menggulung sesuatu.
  • Sarung tangan. Kita bisa memakai sarung tangan saat membuat pepakura untuk menghindari supaya keringat dari telapak tangan tidak mengenai pola dan melunturkan warna di kertas.
  • Kipas angin atau hairdryer Sangat membantu jika kalian ingin mengeringkan lem pada kertas dengan cepat.


Catatan:
Saya sarankan Anda untuk memulainya dengan bentuk yang sederhana sebelum merangkai bentuk yang lebih kompleks. Hal ini berguna untuk melatih dan mengkondisikan tangan untuk melipat dan merangkai model. Dan untuk permulaan, jangan lupa, cetaklah terlebih dahulu pada kertas karton manila maupun karton duplek. Karena bisa mengurangi pemborosan biaya cetak akibat kesalahan menggunting. Terimakasih.






Mari kita lanjutkan ke pembahasan berikutnya, Paper Craft: Paper Model (Make Your Own Craft!)

Paper Craft: Paper Model (Mencari Resensi)

<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE Kamar Anda ingin dihiasi barang-barang yang indah dan bernilai seni seperti action figure maupun replika mobil atau motor keren buatan pabrik? Atau bahkan ingin menyulap kamar Anda menjadi 'kamar imajinasi' Anda?

Untuk melaksanakan keinginan Anda tersebut, sudah tentu memerlukan dana yang tidak sedikit jumlahnya. Tidak masalah bagi Anda yang punya uang lebih. Tetapi bagaimana dengan Anda yang punya keinginan untuk mengoleksinya, namun apa daya uang tak berlebih. Seperti saya ini.

Saya punya solusi bagi Anda. Mengapa Anda tidak mencoba membuat model action figure yang Anda inginkan dengan bahan yang murah dan mudah di dapat, kertas? Model kertas ini biasa disebut paper model. Maka izinkanlah saya membagi ilmu yang saya punya ini kepada Anda.


Paper Model (model dari kertas) merupakan salah bentuk dari kerajinan dari kertas (paper craft) yang memiliki nilai seni yang cukup tinggi. Paper model pada umumnya berbentuk objek-objek yang dapat kita jumpai di kehidupan nyata, seperti bangunan, kendaraan, dan aksesoris bahkan orang (manusia). Namun ada juga paper model yang terinspirasi dari cerita-cerita fiksi maupun kisah nyata yang difilmkan.



Saya sangat tertarik dengan perkembangan paper model yang semakin kesini, semakin mendekati wujud aslinya. Dulu orang membuat paper model dari salah satu bentuk yang paling sederhana, yaitu kubus dan balok dan masih menggunakan warna-warna sederhana (statis). Tapi kini, bisa kita jumpai bentuk-bentuk yang lebih detail dan kompleks lagi dari sebuah objek yang ingin digambarkan lewat paper model, baik itu akibat dari bentuk konstruksinya maupun sekedar efek dari warna-warna yang lebih dinamis.








Saya pun gooling kesana-sini dengan keyword yang berbeda. Selain googling, saya cari inspirasi dari sebuah majalah yang membahas desain karakter. Saya menemukan banyak sekali contoh model paper model dari beberapa desainer yang terkenal. Setiap desainer memiliki ciri khas masing-masing. Tapi sayangnya, tidak ada temaut sudah cukup dinamis dan tidak monoton itu yang bisa saya lihat.










Saya semakin penasaran setelah membeli beberapa edisi majalah tersebut di salah satu cabang Depok dari toko buku ternama. Maka dari itu, saya pun akhirnya googling gambar dengan kata kunci keyword) "PAPER CRAFT". Dan breeeeeeeeeeeeettttt! Gambar-gambar paper craft memenuhi area browser saya. Mulai dari yang sudah jadi, sampai yang masih berupa template (bentuk dasar atau konstruksi) bisa saya lihat. Kebanyakan dari gambar-gambar yang saya temukan masih berkonstruksi jaring-jaring balok.

Saya mengunduh beberapa yang saya anggap keren untuk saya pelajari secara mendalam lagi.

Saya pun juga mencari gambar dengan kata kunci: "PAPER MODEL". Dan lagi-lagi... gambar-gambar paper model pun memenuhi layar browser saya.

Tak puas dengan hanya googling image, googling pun saya lakukan untuk mencari referensi di web terkenal. Seperti Deviantart, Paper-Replika,dan Canon Creative Park. Ketiga
web ini sangat berguna bagi saya untuk memelajari tentang bentuk paper model, baik hanya sebatas sumber inspirasi maupun contoh desain layoutnya.

Baiklah, sebelum lanjut ke pembahasan berikutnya, silahkan Anda mengunduh beberapa gambar yang Anda anggap cukup menarik.


Baiklah kalau begitu, tanpa buang-buang waktu lagi, mari kita beranjak ke tahap berikutnya. Tahap 2: Desain

Rabu, 19 Januari 2011

History of Stop Motion (Sejarah Stop Motion)

Stop motion adalah suatu teknik animasi untuk membuat objek yang dimanipulasi secara fisik agar terlihat bergerak sendiri. Setiap pergerakan dari objek tersebut difoto (frame individual), sehingga menciptakan ilusi gerakan ketika serangkaian frame dimainkan berurutan secara berkesinambungan. Tokoh/objek dari tanah liat sering digunakan dalam stop motion untuk kemudahan mereka mereposisi. Gerakan animasi menggunakan tanah liat disebut clay animation or clay-mation.


Sejarah Stop Motion
Animasi stop motion memiliki sejarah panjang dalam perfilman. Hal ini sering digunakan untuk menunjukkan benda bergerak seolah-olah dengan sihir. Contoh pertama dari teknik stop motion diciptakan oleh Albert E. Smith dan J. Stuart Blackton Humpty Dumpty dalam film The Circus (1898), di mana mainan dari akrobat sirkus dan binatang menjadi hidup. Pada tahun 1902, pada film Fun, di toko roti digunakan tanah liat untuk gerakan lightning sculptingnya. Trik maestro film Perancis Georges Méliès digunakan untuk menghasilkan judul bergerak seperti kartu untuk salah satu film pendeknya, tapi tidak pernah dimanfaatkannya lagi dalam proses film yang lain. Hotel Haunted (1907) merupakan film stop motion oleh J. Stuart Blackton, dan merupakan sukses besar ketika dirilis. Kemudian Segundo de Chomón (1871-1929), dari Spanyol, merilis El Hotel Eléctrico pada tahun yang sama, dan menggunakan teknik serupa sebagai filmnya. Pada tahun 1908, A Pematung's Welsh Rarebit Nightmare dirilis, seperti The Sculptor's The Nightmare, film arahan Billy Bitzer. Animator Italia Roméo Bossetti berhasil membuat para penonton terkesan dengan tur animasinya Tour-de-Force, The Otomatic Moving Company pada tahun 1912. Pelopor stop motion besar Eropa Władysław Starewicz (1892-1965), dengan beberapa animasinya yang berjudul The Beautiful Lukanida (1910), The Battle of the Stag Beetles (1910), dan The Ant and the Grasshopper (1911).

Salah satu film animasi tanah liat awal Modelling Extraordinary, yang mennghipnotis penonton pada tahun 1912. Pada Desember 1916 untuk pertama kalinya membawa Willie Hopkins'54 episode "Miracles in Mud" ke layar lebar. Juga pada bulan Desember 1916, animator wanita pertama, Helena Smith Dayton, mulai bereksperimen dengan stop motion tanah liat. Yang merilis film pertamanya pada tahun 1917. Film merupakan adaptasi dari Romeo & Juliet karya William Shakespeare.

Pada pergantian abad ini, ada animator lain dikenal dikenal sebagai Willis O 'Brien (dikenal oleh orang lain sebagai O'bie). Karyanya The Lost World tahun 1925 dipublikasikan tetapi kurang diketahui semua masyarakat, sedangkan karyanya yang paling fenomenal adalah King Kong, sebuah tonggak sejarah film-filmnya yang dimungkinkan berkat teknik stop motion.

Pada tahun 1960-an dan 1970-an, stop motion animator independen Eliot Noyes memperhalus teknik stop motion menggunakan free-form pada model tanah liatnya pada Clay atau Origin of Species yang masuk nominasi Oscar dan He Man and She Ra (1972). Noyes juga menggunakan stop motion untuk menghidupkan pasir yang berada di atas kaca untuk film musikalisasi animasinya Sandman (1975).

Setelah film-film sukses Noyes tersebut, banyak bermunculan judul-judul film yang menggunakan teknik free-form-nya, seperti The Sand Castle (
Hoedeman -1977), Mindscape (1976), Quaq Quao (Francesco Misseri - 1978) yang menggunakan model dari origami, dan Mouse Mania, The Black Hole, serta The Wizard of Speed and Time ( Mike Jittlov).

Dan perkembangan stop motion di dunia semakin kesini, semakin canggih dan variatif bahan yang digunakan untuk modelnya. Jadi, mulailah bereksplorasi dengan bahan-bahan yang berada di sekitar Anda. Siapa tahu bahan tersebut bisa menjadi bahan yang revolusioner.


Jumat, 24 Desember 2010

Kompetisi WEB Kompas Muda & AQUA

Waktu aku baca-baca Kompas halaman per halaman, mataku terpaku cukup lama melihat pengumuman kompetisi peringatan hari jadi Kompas Muda 2010. Bukan karena ukurannya yang besar atau desainnya yang kreatif, tapi karena kategori yang diperlombakan. Ada Kompetisi Foto Muda, Kompetisi Penulis Muda, Kompetisi Web Muda, Kompetisi Muda Musikustik, dan Kompetisi Komik.

Kategori yang ingin saya ikuti adalah Kompetisi Penulis Muda. Tapi sayangnya khusus untuk pelajar tingkat SMA. Andai waktu bisa diputar setahun ke belakang. Uh! Saya pun mencoba berpartisipasi mengikuti kategori Kompetisi Web Muda, dan berencana mengikutsertakan beberapa blog saya.

Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA
ini dibuka untuk para pelajar SMA maupun Mahasiswa yang berumur 15-22 tahun yang boleh mengikut sertakan web/blog baru mereka maupun yang sudah mereka buat sebelumnya. Enaknya lagi, tidak ada batasan untuk masalah domain yang digunakan (boleh menggunakan top level domain maupun sub domain).

Yang baru dari Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA adalah dilakukannya penyaringan 200 besar finalis yang ditentukan lewat posisi web/blog di mesin pencari raksasa Google. Setahu saya, hal ini tidak dilakukan di tahun sebelumnya. Selain itu, kompetisi kali ini bersifat semi SEO,semi tulisan dan semi desain. Maksudnya,penilaian tidak hanya didasarkan pada peringkat di google.co.id,tetapi juga memperlihatkan kualitas tulisan dan desain blog peserta.

Kompetisi ini mengharuskan para peserta untuk memuat (minimal) satu halaman tulisan yang terdiri paling sedikit 3.000 karakter termasuk spasi. Kali ini ber-keyword Kompetisi Web Kompas Muda & AQUA dan betemakan "It’s about Us: Air untuk Masa Depan". Tema yang cukup menarik dan menantang saya. Serta harus mencantumkan back link ke http://www.mudaers.com/.

Saya tak berharap untuk menjadi 3 besar, karena saya tahu, di luar sana sudah banyak orang yang mempunyai SERP tinggi di Google. Kalo saya berhasil masuk di antara 200 besar saja saya sudah sangat bersyukur, mengingat saya terlambat mengetahui acara ini.

Bukan Cak RaSa namanya kalau menyerah sebelum mencoba. Saya akan mengerahkan seluruh kemampuan yang saya punya agar bisa masuk di 200 peserta yang terpilih nantinya. Amin.

Maka dari itu, saya mohon do'a dan dukungan dari saudara sekalian. Do'a kalian sangat saya butuhkan untuk saat ini. Terimakasih banyak, hanya Tuhanlah yang bisa membalas kebaikan kalian semua.





sumber persyaratan dikutip dari harian Kompas
Gambar diambil dari Google image